Trading

Panduan Bermain Forex Pemula Dengan Modal Kecil

Jika anda adalah seorang pendatang baru di dunia trading forex, anda mungkin telah dibombardir dengan saran dari berbagai sumber yang berjanji untuk mengajarkan cara bermain forex dengan modal kecil. Salah satu hal yang terjadi di luar sana menunjukkan bahwa seorang trader forex pemula dapat memulai trading forex dengan modal $1,000 dan melihat uangnya tumbuh hingga $100,000 dalam waktu satu tahun.

Klaim yang luar biasa ini menimbulkan pertanyaan apakah pengembalian sebesar itu adalah hal yang mungkin atau tidak. Bahkan, jika trader menggunakan strategi forex yang agresif sekalipun, apakah trader pemula memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan sebesar itu? Atau sebaliknya memiliki peluang untuk kehilangan semua modal tradingnya?

Bagaimana cara bermain forex dengan modal kecil? Atau bahkan cara main forex modal 100 ribu? Apakah mungkin untuk mengubah $1,000 menjadi $100,000 dalam waktu satu tahun?

Kemungkinan vs Probabilitas


Teori tentang keuntungan atau kerugian tidak selalu diterjemahkan ke dalam hasil yang memungkinkan saat anda trading di pasar forex. Jika anda menghitungnya menggunakan matematika, khususnya kalkulator Return on Investment (ROI), anda akan memiliki gambaran tentang berapa yang anda perlukan untuk mengubah aset $1,000 menjadi $100,000 dalam waktu satu tahun. Keuntungan tahunan atas investasi awal anda harus sebesar 9,900% guna mencapai keuntungan sebesar yang dibahas sebelumnya.

Jika menguraikannya dengan cara lain, anda dapat menggunakan kalkulator bunga majemuk (compound rate) untuk menentukan seberapa besar tingkat keuntungan harian, mingguan, atau bulanan yang harus anda capai untuk mencapai target keuntungan $9,900% pada akhir tahun.

Mungkin peluangnya tampak tidak memungkinkan, tetapi bagi para pengambil risiko, ini adalah rencana langkah demi langkah.

Hal-hal Penting


Pertama, anda memerlukan pola pikir seorang profesional, dengan kata lain, untuk menjadi sangat, sangat serius tentang Risiko dan Money Management. Secara teori, keduanya terpisah, tetapi dalam praktiknya, anda perlu menerapkannya bersama dan keduanya penting untuk kelangsungan hidup anda terutama saat anda belajar dan mencoba menjadikan diri anda sebagai trader atau investor.

  • Manajemen Risiko: Karena bahkan seorang trader yang sukses umumnya memiliki persentase kekalahan trading yang tinggi, sehingga tujuan anda adalah untuk menjaga kerugian akibat kekalahan ini relatif rendah dibandingkan dengan keuntungan dari trading yang menang, sehingga anda bisa untung meskipun memiliki persentase kemenangan yang kurang dari 50%. Inilah mengapa diperlukan manajemen risiko.
  • Money Management: Sementara manajemen risiko adalah tentang menjaga kerugian agar relatif kecil dibandingkan keuntungan anda, maka money management adalah untuk memastikan bahwa kerugian per transaksi relatif kecil dibandingkan modal anda. Seperti yang akan kami jelaskan nanti, kerugian kecil antara 1 hingga 3 persen dari total modal dapat membuat anda bertahan dan relatif mudah untuk dikompensasi, sementara yang besar tidak, dan kerugian besar yang terus berulang akan menghancurkan akun dan kepercayaan anda.

Bagaimana Cara Mencapainya?

Langkah-langkah ini dapat tercapai dengan mudah apabila Anda menggunakan Robot Forex. Dengan Robot Forex Anda dapat mengatur strategi dan manajemen secara otomatis, sehingga hal tersebut dapat memudahkan Anda selaku trader pemula.


Langkah 1 – Tentukan Batas Risiko Akun Anda Per Transaksi (Kriteria Money Management)


Ini adalah langkah paling penting agar setidaknya memiliki peluang untuk berhasil, sekalipun untuk mengejar keuntungan yang lebih kecil dan realistis. Keuntungan berapa pun! Tanpa ini, anda bisa dijamin akan gagal bahkan sebelum memulai.

Tentukan batas persentase atau risiko Dolar, yang akan anda sisihkan untuk mengambil risiko dari setiap transaksi. Sebagian besar trader profesional menetapkan risiko sebesar 1 hingga 3 persen dari modal mereka.

Misalnya, jika anda memiliki modal trading $1,000, anda dapat mengambil risiko $10 per transaksi jika anda menentukan risiko sebesar 1% dari modal trading anda. Jika risiko anda 2%, maka anda bisa mengambil risiko $20. Anda juga dapat menentukan risiko berdasarkan jumlah Dolar tetap tetapi idealnya, ini harus di bawah 2% dari modal anda. Misalnya, anda mengambil risiko $15 per transaksi. Jika saldo akun anda mencapai $985, maka anda akan mempertaruhkan 2% atau kurang. Meskipun variabel perdagangan lainnya dapat berubah, risiko modal anda akan tetap konstan. Tentukan berapa banyak anda bersedia mengambil risiko dari setiap transaksi, dan kemudian berpegang teguh pada itu. Jangan mengambil risiko 5% untuk setiap transaksi, 1% pada transaksi berikutnya, dan kemudian 3% pada transaksi lainnya. Jika anda memilih 2% sebagai batas risiko modal per transaksi, maka setiap transaksi harus memiliki risiko sekitar 2%.

Mari gunakan contoh yang kami berikan sebagai bahan pertimbangan, dan apa yang dibahas di atas singkatnya adalah:

  • Kriteria money management: Berapa besar ukuran kerugian yang ingin anda ambil dan tidak mengalami kerugian lebih dari 1.79% dari modal trading anda.

Pada langkah pertama, tentukan batas risiko per transaksi menjadi 1.79%. JANGAN mengambil risiko lebih dari 1.79% per transaksi, tidak peduli seberapa keras anda berpikir bahwa kali ini akan berbeda.

Langkah 2 – Tentukan Risiko Pip Per Transaksi (Kriteria Stop Loss)


Anda sudah mengetahui seberapa besar risiko maksimal akun anda per transaksinya, sekarang alihkan perhatian anda ke trading yang akan anda lakukan.

Risiko pip dari setiap transaksi ditentukan oleh perbedaan antara titik entry dan di mana anda menempatkan stop loss order anda. Stop loss akan menutup transaksi anda jika mengalami kerugian sejumlah tertentu. Ini adalah tentang bagaimana risiko dari setiap transaksi dikendalikan, agar anda tetap dalam batas risiko modal seperti yang telah dibahas di atas.

Setiap transaksi mungkin bervariasi, berdasarkan pada volatilitas atau strategi. Terkadang, trader mungkin memiliki risiko lima pip, dan trader lain mungkin memiliki risiko 15 pip. Saat anda melakukan trading, pertimbangkan titik entry dan lokasi stop loss anda. Anda mungkin ingin lokasi stop loss sedekat mungkin dengan titik entry, tetapi tidak begitu dekat sehingga transaksi tersebut ditutup sebelum pergerakan yang anda harapkan terjadi.

Aturan berikut, yang membahas tentang pengaturan stop loss mengasumsikan bahwa anda entry buy di dekat level support atau resistance yang kuat karena jika tidak, sebaiknya anda tidak mempertimbangkan untuk melakukan entry. Jika transaksi tersebut berlawanan, dan level kunci berhasil ditembus, anda memiliki sinyal untuk menutup posisi sebelum kerugian yang kecil berubah menjadi besar.

Saat menentukan stop loss order, anda akan dihadapkan pada dua kriteria yang bertentangan:

  • Titik stop loss cukup dekat dengan titik entry jadi jika terkena, kerugiannya tidak melebihi antara 1 hingga 3 persen dari total modal anda, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
  • Menempatkannya cukup jauh dari titik entry anda, sehingga level support dan resistance tidak akan terkena pergerakan harga acak normal dan menutup posisi anda sebelum harga bergerak sesuai keinginan anda. Sebaliknya, stop loss hanya akan tersentuh jika terdapat pergerakan harga yang cukup besar untuk menunjukkan bahwa anda salah dan melebih-lebihkan kekuatan zona kunci yang ada, dan anda berpotensi mengalami kerugian. Inilah saatnya untuk menutup posisi sebelum kerugian kecil yang terjangkau berubah menjadi besar. Ada berbagai cara untuk menentukan pergerakan harga normal atau perkiraan rata-rata pergerakan harga selama periode tertentu. Beberapa orang mungkin akan melakukannya secara manual, yakni dengan mengukur rata-rata panjang candlestick selama periode tertentu. Beberapa orang juga mungkin akan menggunakan persentase range harga yang ditentukan oleh indikator Average True Range (ATR). Perlu anda ketahui bahwa volatilitas pasar dapat bervariasi sesuai dengan kondisi pasar dan kerangka waktu, dan begitu juga dengan jarak dari titik entry ke stop loss.

Setelah anda mengetahui seberapa jauh jarak dari titik entry ke stop loss, dalam pip, selanjutnya anda dapat menghitung ukuran lot forex yang ideal untuk transaksi tersebut (langkah 3).

Mari kita ambil contoh, dan ulas kesimpulan di atas:

  • Kriteria manajemen risiko: Usahakan rasio risk:reward 1:3. Dengan kata lain, jarak dalam pip dari titik entry ke stop loss tidak lebih dari sepertiga jarak dari titik entry ke titik take profit (di sekitar level tertinggi saat posisi buy, dan di sekitar level terendah saat posisi sell). Dengan cara tersebut, transaksi yang menang dan menghasilkan keuntungan dapat menebus banyak kerugian.

Dengan kata lain, setiap transaksi yang menguntungkan harus menghasilkan keuntungan setidaknya 3×1.79%=5.37%. Dengan demikian, anda dapat mencapai target harian meski hanya dengan satu transaksi positif dan dua transaksi yang rugi. Atau mencapai target mingguan anda hanya dengan dua transaksi yang berhasil.

Bermain pintar dengan Stop Loss (secara manual atau menggunakan Trailing Stop Loss):

  • Pertama, memindahkan SL ke titik entry (breakeven) untuk memastikan bahwa anda menghindar dari kerugian saat posisi yang anda buka bergerak ke arah yang berlawanan (atau setidaknya floating profit anda sama dengan risiko awal anda yakni 1.79%).
  • Kedua, memindahkan SL ke wilayah positif, mengunci setidaknya 1.79% keuntungan yang dapat digunakan untuk menutupi kerugian berikutnya.
  • Terus maksimalkan keuntungan dengan menggunakan logika di atas.

Ingat, dengan rasio risk:reward 1:3, selama anda menang lebih dari 27.5%, anda akan menguntungkan (kami akan menjelaskan perhitungan kerugiannya nanti).

Pada langkah 2, hanya lakukan trading dengan rasio risk:reward 1:3. JANGAN membuka posisi tanpa menggunakan aturan ini, tidak peduli seberapa yakin anda, anda akan segera gagal.

Langkah 3 – Tentukan Ukuran Lot (Kriteria Ukuran Posisi)


Ukuran posisi biasanya adalah hal yang paling mudah untuk mengontrol dan menjaga maksimum risiko kerugian per transaksi, dan terkadang, adalah satu-satunya. Ukuran posisi forex anda adalah seberapa banyak lot forex (mikro, mini, atau standar) yang anda buka saat trading. Ukuran posisi adalah rumus matematika sederhana yang sama dengan:

Risiko Pip X Nilai Pip X Lot = $ Risiko

Kita sudah mengetahui jumlah risiko dalam $, di mana ini adalah jumlah maksimum risiko yang bisa kita terima pada satu transaksi apa pun (langkah 1). Kita juga sudah mengetahui Nilai Pip dari masing-masing pasangan mata uang (atau anda dapat mencarinya).

Semua yang perlu kita cari tahu adalah jumlah Lot yang harus ditransaksikan, yang merupakan ukuran posisi kita. Asumsikan anda memiliki modal $1,000 dan risiko per transaksi adalah 1.79% dari modal. Anda dapat mengambil risiko hingga $17.9 dan melihat adanya peluang di EUR/USD di mana anda ingin membuka posisi buy di harga 1.3040 dan menempatkan stop loss di 1.2995 sehingga memiliki risiko 55 pip.

Anda dapat menggunakan kalkulator ukuran lot atau menghitungnya secara manual. Stop Loss 55 pip dapat menghasilkan kerugian tidak lebih dari $17.9. Sehingga, ukuran posisi maksimal anda adalah sekitar 0.03 lot (atau 3 lot mikro).

Pada langkah ini, tentukan ukuran posisi yang sempurna berdasarkan 2 faktor sebelumnya: Risiko 1.79% per transaksi dan stop loss dalam pip.

Menghitung Kerugian


Kerugian melukai anda lebih dari keuntungan membantu anda. Ini benar dari sudut pandang finansial dan psikologis.

Pertama, mari kita lihat dari sisi keuangannya. Kerugian memiliki kerusakan finansial yang lebih besar secara tidak proporsional alasannya adalah untuk memulihkan kerugian anda, anda perlu menerima keuntungan yang lebih tinggi dengan basis modal yang lebih kecil.

Misalnya, anggap anda memulai trading tahun ini dengan modal $1,000 dan rugi 20 persen, atau $200 selama bulan. Anda kini mempunyai sisa modal $800. Untuk mengganti $200 atau kerugian 20% sehingga menyisakan modal $800, anda harus menghasilkan keuntungan 25% dari $800 tersebut. Namun, jika anda hanya memperoleh 10 persen selama bulan pertama, anda hanya membutuhkan keuntungan 9 persen selama bulan selanjutnya. Perlu anda ketahui bahwa perhitungan tersebut dipakai bila anda menambahkan modal $200 ke akun anda.

Mana yang paling memungkinkan? Seseorang yang untung 10% lalu harus menghasilkan keuntungan 9 persen atau seseorang yang rugi 20 persen lalu harus menghasilkan keuntungan 25 persen?

Apakah anda melihat bagaimana kerugian mampu merugikan anda lebih dari laba membantu anda?

Kami merekomendasikan untuk tidak mengambil risiko lebih dari 1 persen hingga 3 persen per transaksi. Dengan kata lain, jikalau anda memulai trading dengan modal $1,000, stop loss harus cukup bersahabat dengan titik entry sehingga jikalau terkena, kerugian yang anda alami tidak akan melebihi $10 sampai $20. Asumsikan anda mengikuti saran kami dan rata-rata risiko 1.79%.

Berikut adalah gambaran yang lebih terperinci perihal perbedaan antara mempertaruhkan 1.79% dari modal dan risiko 10 persen.

Bayangkan dua trader masing-masing memulai trading dengan modal $1,000. Satu menetapkan risiko 1.79 persen/transaksi, dan yang kedua menetapkan risiko 10 persen. Keduanya mengalami kekalahan beruntun. Lihat apa yang terjadi di Tabel berikut ini.

Hanya sehabis melaksanakan tujuh transaksi, trader B telah kehilangan hampir setengah modalnya dan membutuhkan hampir dua kali lipat modal hanya untuk mencapai break even pada tahun tersebut. Trader A mempunyai peluang yang realistis untuk pulih jikalau ia berakal dan istirahat, kembali ke akun demo sampai ia yakin bahwa ia telah memperbaiki masalahnya, dan kemudian kembali trading dengan posisi yang lebih kecil, idealnya meski dengan jumlah yang lebih kecil itu tetap berisiko.

Trader B mustahil pulih tanpa menambahkan modal tambahan ke akunnya. Ingatlah bahwa semakin banyak modal yang anda miliki, maka semakin banyak peluang trading yang mampu anda ambil sementara anda masih hanya mempertaruhkan 1 sampai 3 persen dari modal anda. Trader B dikala ini hanya mampu menempatkan stop loss dengan jarak setengah dari titik entry mirip yang dimiliki trader A. Trader A memiliki lebih banyak peluang untuk menghasilkan uang alasannya adalah dia mampu menempatkan stop loss yang lebih lebar dan lebih realistis serta memungkinkan margin of error yang lebih besar. Trader B harus sangat benar, sangat sering. Mengingat masa lalunya, itu tidak mungkin terjadi.

Singkatnya, dengan memilih kerugian yang kecil akan memungkinkan anda untuk bertahan dan pulih dari drawdown yang tidak bisa dihindarkan.

Kesimpulan


Anda mungkin penggemar pernyataan “never say never”. Pada awalnya, mungkin juga masuk nalar untuk berasumsi bahwa seorang trader mampu bermain forex modal 100 ribu dan mengubah $1,000 menjadi $100,000 dalam waktu satu tahun, tetapi dengan merinci perhitungan return yang harus dicapai, itu akan menawarkan betapa sulitnya ini dilakukan. Meskipun secara teori terdengar mungkin, pada kenyataannya, ini bukan ekspektasi yang kredibel, terutama ketika dipraktikkan di dunia aktual.

Mencapai pengembalian dengan skala ini hampir tidak mungkin. Bahkan, untuk mencapai pengembalian yang faktual pun sulit dilakukan tanpa adanya administrasi risiko dan money management yang sempurna.

Tidak peduli seberapa besar ekspektasi anda, realistis atau tidak, gunakan artikel ini sebagai ajaran. Ini akan membantu anda bertahan dari proses belajar hingga anda menerima lebih banyak pengalaman untuk trading forex pada tingkat yang berbeda.

Singkatnya:

  • Anda hanya akan mengambil risiko 1.79% per transaksi.
  • Anda hanya akan melaksanakan trading ketika peluangnya mempunyai rasio risk:reward 1:3.
  • Anda akan mempertahankan risiko sebesar 1.79% per transaksi, dan menyesuaikan ukuran posisi berdasarkan stop loss yang telah ditentukan sebelumnya.

Selama anda benar lebih dari 27.5%, anda akan menghasilkan laba. Satu-satunya pertanyaan yakni apakah ego anda mampu menangani banyak kerugian? Itu yakni fungsi dari sensitivitas dan ego anda. Jika anda rendah hati dan cukup remaja untuk fokus pada laba, anda akan baik-baik saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *