Trading

Panduan Menggabungkan Indikator Forex Khusus Pemula

Indikator forex Terbaik

Salah satu aspek paling sulit, dan paling banyak menyita waktu dari trading ialah mencari tahu apa gaya dan kerangka waktu yang paling cocok bagi anda. Dari perspektif analisis teknikal, ini berarti bahwa anda perlu menemukan sebuah amunisi yang sempurna dari indikator forex terbaik yang biasa anda gunakan, dan mempelajarinya dengan sangat baik. Ada banyak bahan ihwal indikator forex terbaik, jadi artikel ini kami hanya akan fokus pada varian gres dari indikator ini, yang disebut dengan Double Bollinger Bands, dan mengapa dianggap oleh para jago sebagai indikator forex paling akurat saat ini.

Apa Itu Indikator Forex?

Indikator Forex adalah sebuah perhitungan yang memperhitungkan volume dan harga instrumen keuangan tertentu untuk memperkirakan pergerakan harga. Dengan memakai indikator forex, para trader dapat menciptakan keputusan ihwal kapan harus entry dan keluar dari pasar.

Indikator forex berkhasiat untuk membantu dan menjawab masalah yang secara umum dialami oleh seorang trader.

  • Apa yang anda lakukan jika suatu pasangan mata uang (atau aset lainnya) berhasil mencapai harga tertinggi atau terendah sepanjang sejarah, sehingga anda tidak mempunyai cukup teladan dalam menentukan support atau resistance yang akan digunakan untuk memutuskan entry dan close?
  • Bagaimana anda mampu tahu bahwa anda tidak membeli di harga yang terlalu tinggi, atau menjual di harga yang terlalu rendah secara tepat sebelum tren berakhir? Idealnya, pada kedua insiden tersebut, anda akan terlebih dahulu menunggu harga pullback, meskipun di ketika yang bersamaan anda juga berisiko ketinggalan tren.
  • Jika anda mempunyai sebuah transaksi yang menguntungkan dan transaksi tersebut telah mendekati titik di mana anda harus close menurut rencana trading yang telah anda buat, bagaimana anda mampu mengetahui bahwa anda harus close mirip yang telah direncanakan, atau setidaknya membiarkan beberapa transaksi tetap terbuka dengan keinginan bahwa keuntungan akan terus berjalan dengan memakai trailing stop?

Dari hasil sebuah konsensus, diketahui bahwa sekitar lima indikator forex terbaik terdiri dari sebuah keseimbangan yang sempurna antara isu yang cukup untuk mengambil keputusan yang sempurna dan tidak terlalu banyak hingga anda menderita sebuah kelebihan gosip, alias lumpuh karena analisis. Secara mudah, kombinasi indikator forex akurat dapat terdiri dari tiga hingga tujuh; yang pada karenanya pilihan ini akan bergantung kepada anda. Anda juga tidak harus selalu menggunakan indikator yang sama sepanjang waktu; dengan kata lain anda perlu membatasi jumlah indikator yang anda gunakan pada waktu tertentu. Trading dengan kerangka waktu yang lebih panjang akan menunjukkan anda lebih banyak waktu dan juga melihat lebih banyak indikator. Namun hal ini juga perlu diimbangi dengan gosip yang lebih baik dari segi fundamental seperti di bawah ini:

  • Kondisi perekonomian yang mendasari mata uang yang diperdagangkan.
  • Faktor makroekonomi besar dari perekonomian global yang mendorong selera aset berisiko dan menghipnotis seluruh pasar sepanjang waktu.

Ini merupakan hal yang sangat penting. Setidaknya, anda mengikuti beberapa analisa mendasar yang baik untuk dibaca, atau setidaknya melihat salah satu indikator yang dapat memperlihatkan anda sebuah gambaran besar mirip Indeks S&P 500 (dan faktor apa yang mampu menggerakannya pada kerangka waktu yang anda pilih).

Indikator Forex Yang Direkomendasikan

Sementara kombinasi indikator foret akurat dapat bervariasi sesuai dengan preferensi, kebutuhan, dan gaya trading anda, sebuah prinsip utama ketika akan memilih kombinasi indikator forex akurat yakni bahwa indikator tersebut harus memiliki keseimbangan yang bisa memberikan anda “gang of four” dari berbagai jenis informasi yang anda butuhkan, khususnya:

  1. Trend atau trading range.
  2. Momentum.
  3. Support/resistance.
  4. Waktu atau siklus.

Indikator Tren atau Range

Indikator Trend Following, sesuai dengan namanya, ialah sebuah indikator yang dirancang untuk memanfaatkan tren di pasar. Contoh dari indikator jenis ini diantaranya yaitu Moving Average (MA), Average Directional Index (ADX), dan On Balance Volume (OBV).

Indikator berbasis range sebagian besar dirancang untuk menggambarkan kondisi jenuh beli dan jual dalam range harga tertentu, mirip Bollinger Bands, Commodity Channel Index (CCI), Relative Strength Index (RSI), dan indikator Stochastic. Beberapa indikator seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD), dapat dipakai untuk menghasilkan sinyal, baik sebagai indikator musim following atau indikator berbasis range, tergantung pada kala waktu yang dipakai dalam perhitungannya.

Mungkin indikator forex terbaik di dunia adalah Double Bollinger Bands – yang merupakan sebuah Bollinger Bands dengan ekstensi yang cemerlang. DBB benar-benar merupakan hybrid demam isu dan indikator momentum. Dalam kondisi pasar yang bergerak dalam batasan tertentu, DBB juga mampu menggambarkan titik support dan resistance. Sementara ketika terjadi sebuah tren, indikator ini mampu memberikan momentum isu terkini dan juga kemungkinan kekuatannya. Itulah mengapa kami menganggap bahwa ini yaitu merupakan indikator forex terbaik di dunia.

Indikator Momentum

Masalah fundamental yang dihadapi oleh trader dan investor ialah kita dibayar untuk menjadi benar tentang apa yang akan terjadi di abad yang akan datang, meskipun sebagian besar indikator terkenal yang kita bahas sejauh ini lebih lambat dari indikator utamanya.

Terlebih lagi, indikator ini juga memberitahu kita wacana kurun kemudian, dan dari info tersebut, yang mampu kita lakukan hanyalah membuat beberapa hipotesis atau dugaan perihal periode yang akan datang.

Apa yang harus dilakukan oleh seorang trader? Gunakanlah indikator momentum. Indikator ini dapat dikatakan sebagai indikator utama alasannya:

  • Indikator ini dapat menunjukkan anda isu tentang apakah demam isu menguat atau melemah.
  • Indikator ini mampu memberitahu anda kalau suatu aset berada dalam kondisi jenuh beli atau jenuh jual secara relatif terhadap pergerakannya di era lalu pada kurun waktu tertentu, dan juga mampu mengindikasikan bahwa demam isu kemungkinan akan cenderung berbalik arah.

Dengan mengetahui hal ini, tentunya akan membantu anda dalam memperkirakan perubahan harga dan juga menjadi lebih menguntungkan.

Terlebih lagi, indikator momentum juga dapat menunjukkan anda petunjuk tambahan supaya menempatkan peluang transaksi menjadi lebih benar dan bahkan lebih menguntungkan bagi anda. Ada banyak indikator jenis momentum, tetapi untuk ketika ini kami hanya akan memperkenalkan anda beberapa indikator momentum yang paling efektif dan gampang digunakan:

  • Double Bollinger Bands (baca lebih lanjut tentang indikator forex paling akurat).
  • Moving average (MA) crossovers (baca lebih lanjut wacana metode Moving Average terbaik).
  • Tiga macam indikator dasar berjenis Oscillator: Moving Average Convergence/Divergence (MACD), Relative Strength Index (RSI), dan Stochastic Oscillator.

Sama mirip indikator lain, anda juga dapat menggunakannya tanpa perlu memahami sepenuhnya cara kerja dari indikator tersebut. Namun, kalau anda mampu mampu sepenuhnya memahami cara kerja dari indikator tersebut, maka anda mampu menggunakannya secara lebih efektif dan tahu cara menyesuaikannya pada situasi tertentu.

Sebaiknya anda perlu mempertimbangkan untuk memakai indikator Double Bollinger Bands dan satu atau dua indikator Oscillator, terutama indikator Moving Average Convergence/Divergence (MACD). Seperangkat garis Moving Average yang kita lihat sebelumnya (periode 10, 20, 50, 100, dan 200) tidak hanya berfungsi sebagai indikator momentum, namun juga dapat dipakai sebagai titik S/R.

Titik Support/Resistance

Selain level harga yang jelas dan menonjol pada grafik anda (dan pada kerangka waktu empat hingga lima kali lebih pendek dan lebih panjang), anda juga harus memperhatikan:

  • Titik S/R yang dihasilkan oleh indikator isu terkini atau range.
  • Titik S/R dibuat oleh teladan grafik gaya barat, yang terbentuk baik pada garis trennya maupun sasaran breakoutnya.
  • Titik S/R dihasilkan oleh Pivot Points.

Anda harus mempertimbangkan untuk memakai Pivot Points, salah satu indikator forex profit konsisten. Pivot Points sendiri yakni merupakan indikator analisis teknikal, atau perhitungan, yang dipakai untuk menentukan tren pasar secara keseluruhan dalam rentang waktu yang berbeda. Pivot Points sendiri yaitu merupakan harga rata-rata dari titik tertinggi, terendah, dan penutupan dari hari perdagangan sebelumnya. Jika Pivot Points perdagangan hari sebelumnya telah berhasil anda hitung, maka jika pada perdagangan selanjutnya harga begerak di atas Pivot Points, kita mampu mengindikasikan bahwa sentimen bullish tengah berlangsung. Sebaliknya, pergerakan harga yang berada di bawah Pivot Points mampu diindikasikan bahwa sentimen bearish tengah berlangsung.

Pivot Point yakni merupakan dasar dasar dari indikator, di mana indikator ini juga dapat menawarkan citra Support dan Resistance lainnya, yang diproyeksikan berdasarkan perhitungan Pivot Points. Lebih dari itu, semua level yang digambarkan oleh Pivot Points juga mampu membantu trader melihat level Support dan Resistance dari pergerakan harga. Oleh karenanya, kalau harga bergerak ke arah level-level tersebut, maka indikator ini secara tidak eksklusif sedang menginformasikan trader bahwa harga sedang bergerak ke arah tren tersebut. Terlebih lagi, jika anda dapat menggunakan indikator ini dengan benar dan disiplin, maka anda juga dapat menjadikan indikator ini sebagai sebuah indikator forex profit konsisten.

Indikator Waktu atau Siklus

Fibonacci, Elliott Wave, Gann, DiNapoli, dan penelitian lainnya yang serupa mampu disebut dengan indikator waktu atau siklus.

Misalnya, seperangkat tools teknikal yang biasa anda gunakan juga mungkin mengandung hal ini, di samping juga dapat memperlihatkan citra titik S/R yang jelas:

  • Seperangkat Moving Averages dengan kala 10, 20, 50, 100, dan 200: Sekali lagi, ini mampu berfungsi baik sebagai titik S/R juga indikator momentum jika terjadi sebuah crossing atau layering.
  • Garis demam isu/channel dapat menawarkan animo dan menawarkan citra titik S/R.
  • Double Bollinger Bands dan MACD dapat menggambarkan perubahan momentum.
  • Fibonacci retracement dari sebagian besar tren terbaru pada kerangka waktu yang dipakai mampu memperlihatkan kemungkinan titik S/R. Namun anda juga perlu menggambar ulang ini pada setiap kerangka waktu yang anda periksa, alasannya tren utama pada kerangka waktu yang berbeda juga mungkin akan secara dramatis berbeda.

Jika anda melihat pembentukan pola grafik gaya barat, anda mungkin akan lebih memperhatikan titik S/R (tertinggi, terendah, necklines, shoulders, dll). Di sisi lain, contoh candlestick Jepang menunjukkan sebuah sinyal continuation atau reversal dalam jangka pendek.

Cara Memasang Indikator Forex Ke Dalam Grafik

Setelah anda menetapkan untuk memilih indikator mana yang akan dipakai, anda lalu akan memasangkan sekelompok indikator forex terbaik tersebut ke dalam kerangka waktu yang anda gunakan untuk trading, serta empat hingga lima kerangka waktu yang lebih panjang ataupun pendek. Misalnya, jikalau anda merubah grafik harian, maka anda juga dapat melihat grafik minggun, dan dua atau empat jam (tergantung pada apakah anda menentukan jam trading anda, apakah 24 jam atau 8 sampai 10 jam).

Sebuah program charting yang baik mirip yang ada pada MetaTrader 5, akan memungkinkan anda untuk menyimpan sekelompok indikator apapun yang anda suka sebagai sebuah template grafik yang kemudian dapat diterapkan grafik aset apapun atau kerangka waktu yang ditawarkan broker anda.

Tujuan dari screening yang pertama anda lakukan pada kerangka waktu yang lebih panjang (mingguan, misalnya) yakni untuk menemukan titik S/R jangka panjang dibandingkan melihatnya pada grafik kerangka waktu yang anda gunakan, dan berharap dapat menemukan suatu pasangan mata uang yang tampak mampu mencapai area S/R dengan titik entry berisiko rendah. Ini yaitu merupakan langkah pertama dalam menemukan sebuah trading dengan risiko yang rendah, namun dengan imbal hasil yang tinggi.

Screening ke dua yang anda lakukan yaitu untuk menemukan kemungkinan entry dan close pada kerangka waktu grafik yang lebih pendek yang anda gunakan dikala trading, untuk melihat apakah anda mampu menemukan sebuah situasi di mana titik entry dan close memiliki dua hingga tiga kali jauhnya dari titik stop loss anda. Titik profit taking biasanya gampang dikenali. Namun anda juga perlu menemukan apakah bisa menerima titik stop loss yang sempurna yang mampu memilih apakah anda akan melaksanakan trading.

Screening ke tiga yaitu dipakai untuk melihat kerangka waktu yang lebih pendek dari yang anda gunakan (misalnya grafik dua hingga empat jam) untuk mencari titik S/R jangka pendek, serta untuk mengetahui titik S/R sementara. Jika harga bertahan terlalu usang atau terlalu sering di sekitar titik tersebut, trading yang anda lakukan mungkin memberikan sebuah gejala gagal, dan mungkin anda juga ingin mengurangi posisi pada transaksi tersebut. Namun, jika titik ini mampu ditembus dengan cepat, itu adalah sebuah tanda kemajuan dan sinyal untuk menambah posisi dari transaksi anda.

Indikator Forex Paling Akurat Gratis

Walaupun indikator Bollinger Bands mampu memperlihatkan gambaran tingkat support atau resistance (s/r) saat pasar dalam keadaan datar atau tren yang lemah, namun Bollinger Bands tidak bisa sepenuhnya diandalkan ketika pasar dalam keadaan tren yang kuat, karena indikator ini seringkali melebar balasan meningkatnya volatilitas, sehingga membuat harga pada kondisi tren yang besar lengan berkuasa dapat terus naik ke atas atau ke bawah bands untuk waktu yang usang.

Ada banyak materi tentang indikator tunggal Bollinger Bands standar, jadi pada bab kali ini kami hanya akan fokus pada varian gres dari indikator ini, yang disebut dengan Double Bollinger Bands yang jauh lebih bermanfaat, dan mengapa dianggap oleh para mahir sebagai indikator forex paling akurat ketika ini.

Selain sebuah bands standar yang memiliki parameter standar deviasi dua dari kurun Simple Moving Average (Sekolah Menengan Atas) 20 sebagai pusatnya, tambahkan juga bands kedua dengan standar deviasi satu dari SMA.

Dengan menggunakan Double Bollinger Bands (DBB), kami mendapatkan indikasi yang jauh lebih baik perihal:

  • Apakah tren cukup besar lengan berkuasa untuk terus naik atau atau memasuki posisi baru sekalipun itu telah berlangsung lama.
  • Apakah sudah waktunya untuk mengambil untung atau bersiap untuk membuka posisi reversal.

Agar mampu memakai indikator ini, anda tidak perlu mendownload indikator forex paling akurat. Sebaliknya, cukup masukkan indikator Bollinger Bands kedua dengan standar deviasi satu terhadap Moving Average anda. Selebihnya, platform charting anda akan membantunya. Selain itu, kami juga akan menjelaskan standar deviasi nanti. Untuk dikala ini, ketahuilah bahwa standar deviasi yakni satuan jarak dari garis Simple Moving Average (Sekolah Menengan Atas) 20, yang juga merupakan titik sentra dari DBB dan titik pusat untuk memilih lokasi Bollinger Bands lainnya.

Berikut yakni pola, mengapa indikator ini sangat akurat, yang diaplikasikan pada grafik EURUSD.

Grafik Forex
  • A1: Upper Line BB menawarkan standar deviasi dua dari garis C, tepatnya Simple Moving Average (Sekolah Menengan Atas) dengan masa 20.
  • B1: Upper Line BB menawarkan standar deviasi satu dari Sekolah Menengan Atas kurun 20.
  • C: Sekolah Menengan Atas dengan abad 20. Angka di atas yakni grafik mingguan, jadi ini yakni Sekolah Menengan Atas 20 minggu. Sekali lagi, ini adalah titik pusat dari DBB dan titik pusat untuk menentukan lokasi Bollinger Bands lainnya.
  • B2: Lower Line BB memberikan standar deviasi satu dari Sekolah Menengan Atas era 20.
  • A2: Lower Line BB memberikan standar deviasi dua dari Sekolah Menengan Atas abad 20.

Perhatikan bagaimana bands ini membentuk empat zona terpisah, dan inilah mengapa indikator ini disebut dengan kombinasi indikator forex akurat. Terlebih lagi, zona-zona tersebut juga menunjukkan gosip pelengkap wacana kekuatan tren, apakah masih memiliki momentum untuk melanjutkan, dan di mana kita mungkin akan mencoba untuk entry, sekalipun tidak ada s/r lainnya yang mampu digunakan sebagai titik referensi.

Strategi Dasar DBB

  • Zona Beli DBB: Ketika harga berada di zona atas (antara dua garis paling atas, A1 dan B1), itu berarti tren naik sedang berpengaruh dan mempunyai peluang tinggi untuk melanjutkannya. Lebih dari itu, bila candlestick masih terus ditutup di atas upper line, maka peluangnya ialah entry atau mempertahankan posisi beli dan menutup atau menghndari posisi jual.
  • Zona Jual DBB: Ketika harga berada di zona bawah (antara dua lower line, A2 dan B2), tren turun kemungkinan akan berlanjut. Terlebih kalau penutupan candlestick berada di zona terendah, maka trader lebih baik untuk entry atau mempertahankan posisi jual dan menutup atau menghindari posisi beli.
  • Zona Netral DBB: Ketika harga bergerak terbatas pada bands dengan standar deviasi satu (B1 dan B2), maka itu artinya tidak ada tren yang kuat. Simple Moving Average 20 hari (C) yang berguna menjadi sebagai titik pusat pada Bollinger Bands berada di tengah-tengah zona ini. Biasanya, satu sampai tiga penutupan candlestick di area ini ialah merupakan sinyal untuk menutup posisi sebab tren telah mengindikasikan melemah.


Dengan kata lain, indikator forex memberitahu Anda apakah Anda harus trading dengan tren atau trading dengan range.

  • Ketika suatu pasangan mata uang berada di zona beli atau jual (di atas garis deviasi standar satu atau di bawah garis standar deviasi dua), itu artinya kita memiliki tren yang cukup besar lengan berkuasa untuk melanjutkan trading; ini mungkin belum terlambat untuk entry, meskipun anda juga mungkin ingin menunggu tren bergerak ke garis standar deviasi pertama terlebih dahulu, dan idealnya kembali menunggu untuk rebound sesuai arah tren.
  • Ketika suatu pasangan mata uang berada di zona netral (di antara garis standar deviasi satu), itu artinya suatu pasangan mata uang tengah diperdagangkan pada range. Jikapun ada tren, tren tersebut tidak mempunyai momentum yang diharapkan untuk diperdagangkan. Anda mungkin mampu mencari peluang trading dari beberapa pantulan upper line dan lower line, namun tren itu sendiri itu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengasumsikan bahwa itu akan berlanjut tanpa adanya risiko yang berlebihan balasan dari terjadinya reversal yang menyentuh stop loss.

Seperti indikator teknikal lain, semakin panjang kerangka waktu grafik yang dipakai, maka semakin besar lengan berkuasa juga indikator momentum yang ditunjukkan oleh DBB.

Empat Aturan Untuk Menggunakan Double Bollinger Bands

Berikut ini yakni merupakan cara singkat wacana cara menggunakan Double Bollinger Bands (DBB). Versi singkat ini hanya berfokus pada hukum perihal bagaimana cara memakai indikator forex terbaik di dunia.

  • Peraturan 1: Buka Posisi Jual Ketika Harga Berada Di Antara atau Di Bawah Zona Jual Double BB (yang dibatasi oleh dua lower Bollinger Bands). Selama harga masih di dalam atau di bawah lower dua BB, momentum penurunan dapat dikatakan sedang cukup kuat sehingga ada kemungkinan yang cukup tinggi bahwa tren akan terus turun. Pada ketika itu terjadi, anda juga bisa memutuskan untuk kembali membuka sebuah posisi jual. Sementara itu, anda mampu melaksanakan close atau mengambil untung ketika harga berbalik bergerak di atas zona ini.
  • Peraturan 2: Buka Posisi Beli Ketika Harga Berada Di Antara atau Di Atas Zona Beli Double BB (yang dibatasi oleh dua upper Bollinger Bands). Selama harga masih di dalam atau di atas dua BB, momentum kenaikan dapat dikatakan sedang cukup berpengaruh sehingga ada kemungkinan yang cukup tinggi bahwa tren akan terus naik. Pada saat itu terjadi, anda juga mampu memutuskan untuk kembali membuka sebuah posisi beli. Sementara itu, anda mampu melaksanakan close atau ambil untung dikala harga berbalik bergerak di bawah zona ini.
  • Peraturan 3: Trading berdasarkan Range, Bukan Tren, Ketika Harga Di Antara Zona Beli dan Jual. Ketika harga bergerak di zona tengah dari Bollinger Bands dengan standar deviasi satu, maka tren mampu dikatakan tengah tidak cukup besar lengan berkuasa untuk diperdagangkan, sehingga anda tidak disarankan untuk melakukan trading terkecuali anda memiliki sebuah bukti yang cukup mendasar atau sinyal dari indikator teknikal lainnya yang mengindikasikan bahwa tren akan terus berlanjut. Jika tidak, ubahlah ajaran anda ke dalam mode trading dengan range, dan mulailah mencari titik tertinggi dan terendah yang dapat digunakan sebagai potensi titik entry dan close terutama jikalau channel yang terbentuk cukup lebar.
  • Peraturan 4: Minimalkan Risiko dengan Menunggu sampai Harga Kembali ke Pergerakan Sebelumnya dari Zona Beli atau Jual, atau Juga Membuka Posisi Secara Parsial. Peraturan ini berusaha untuk mengurangi risiko dari membeli titik yang tinggi atau menjual di titik yang rendah, yang biasa terjadi saat tren cukup kuat. Meski terlihat mudah, namun nyatanya ini sulit untuk diimplementasikan. Keberhasilan anda dalam hal ini akan bergantung kepada seberapa baik anda menggunakan indikator teknikal dan mendasar lainnya, serta seberapa baik anda mampu memahami apakah anda sedang menangkap barang murah atau pisau yang jatuh.

Dengan demikian, kualifikasi utama untuk peraturan 4 ialah: Seharusnya tidak ada kontradiksi besar dari indikator teknikal lainnya atau dari data mendasar yang memberikan bahwa tren sebenarnya sudah melemah. Jikapun ada, cobalah menunggu, dan jangan melaksanakan trading hingga situasinya memungkinkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *